Sunday, September 16, 2012

Sebagian Besar Mahasiswa di Jawa Tolak Pancasila

Assalamualaikum Wr. Wb.

Sebagian Besar Mahasiswa di Jawa Tolak Pancasila - Teman, tak habis pula berita tentang pendidikan, sekarang kita sedang dijajah yang namanya radikalisme. Kaum intelektual yang jadi sasaran, menghapus rasa cinta tanah air di negri tercinta ini. Khususnya terhadap Pancasila sebagai dasar negara, dikutip dari detik.com, sebagian besar mahasiswa di 5 Universitas di Jawa menolak adanya Pancasila sebagai dasar negara, lantas apa yang membuat mereka beranggapan seperti ini?

Jakarta - Banyak tempat ibadah dan universitas yang saat ini telah dikooptasi oleh kaum radikalisme. Tak hanya itu, kampus juga menjadi sasaran empuk untuk proses regenerasi kaum radikalisme.

"Hasil penelitian, banyak tempat ibadah yang dikooptasi kaum radikal. Kampus juga kewalahan radikalisme di kampus," ujar Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Ansyaad Mbai.

Ansyaad menyampaikan hal ini dalam rapat Rencana Kerja Kementerian/Lembaga (Renja-KL) Tahun Anggaran 2013 bersama Komisi III DPR RI di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (6/9/2012).

Ansyaad kemudian menyampaikan sebuah fakta yang mengejutkan. Dimana 86 % mahasiswa di 5 universitas kenamaan di Pulau Jawa tidak lagi menerima Pancasila sebagai dasar negara Indonesia.

"Kampus juga kewalahan menghadapi radikalisme di kampus. Hasil penelitian LIPI 5 universitas ternama di Jawa, 86 % mahasiswanya menolak Pancasila sebagai dasar negara," lanjutnya.

Tak hanya universitas, Ansyaad mengungkapkan bahwa para siswa sekolah menengah ke atas juga tak luput dari gerakan radikalisme.

"Yang namanya Rohis SMA, di Jaksel, Jakut, dan Bandung, sudah dibawah pengaruh NII," ujar Ansyaad.

Untuk itu, Ansyaad menegaskan pihaknya ingin melindungi negara ini dari gerakan-gerakan radikalisme.

"Kita ingin melindungi, jangan sampai terkooptasi radikalisme. Jangan sampai tempat ibadah dikooptasi radikalisme. Kita lakukan hari ini, jangan tanya hasilnya besok. Ini proses yang panjang," pungkasnya.

Sungguh, kita sebagai penerus bangsa merasa prihatin dengan adanya radikalisme dalam pengajaran akademik yang seharusnya ditumbuhi bibit-bibit mutiara bangsa demi mengharumkan nama bangsa Indonesia. Untuk itu, mari kita jadikan bahan renungan dalam masalah ini.

Semoga berita tentang mahasiswa menolak Pancasila sebagai dasar negara membuat kita termotivasi untuk memajukan negri tercinta ini. Kurang lebihnya mohon maaf dari saya jika bahasa yang digunakan kurang berkenang dihati panjenengan sedoyo. Jangan lupa sampaikan juga aspirasi dari teman semua.

Wassalamualaikum Wr. Wb.

Sumber : detikNews


EmoticonEmoticon