Friday, April 26, 2013

Mengenai Penyakit Mesothelioma, Penyebab, Dampak, dan Cara Pencegahannya



Assalamualaikum wr wb

 
Mengenai Penyakit Mesothelioma, Penyebab, Dampak, dan Cara Pencegahannya
Halo sobat, senang rasanya bisa berbagi pengalaman dan ilmu pengetahuan bersama kalian supaya lebih bermanfaat. Kali ini saya ingin berbagi ilmu yang saya dapat dari temen saya di Teknik Lingkungan, yakni mengenai penyakit mesothelioma, penyebab, dampak, dan cara pencegahannya. Apa tuh mesothelioma? Kalian tahu asbes kan? Asbes adalah nama yang diberikan untuk kelompok mineral fibrous yang berbeda (amosite, chrysotile, crocidolite, tremolite, actinolite dan anthophyllite) dan terbentuk secara alami di lingkungan kita (US Department of Health & Human Services, 2001).

Salah satu dari kelompok mineral tersebut, yaitu chrysotille adalah termasuk ke dalam keluarga serpentin , sedangkan mineral – mineral fibrous yang lain termasuk ke dalam keluarga amfibol. Walaupun semua jenis asbes berbahaya (dapat menyebabkan kanker), tetapi asbes yang berasal dari grup amfibol memiliki potensi lebih besar untuk membahayakan kesehatan manusia dibanding chrysotille.

Asbes yang paling banyak digunakan dalam industri adalah chrysotille atau disebut juga asbes putih. Sedangkan asbes dari grup amfibol tidak banyak digunakan. Asbes yang memiliki sifat fibrous ini tidak memiliki bau dan rasa, mereka juga tidak larut dalam air, tidak mengalami evaporasi serta tahan terhadap panas, api, degradasi biologi dan kimia. Karena sifat – sifat inilah asbes banyak digunakan sebagai bahan berbagai produk industri terutama bahan bangunan, friction product dan bangunan tahan panas.

Nah mungkin untuk para pekerja bangunan yang bahannya menggunakan asbes berpotensi terkena penyakit mesothelioma ini. Kebanyakan orang yang mengembangkan mesothelioma telah bekerja pada pekerjaan di mana mereka menghirup partikel asbes, atau mereka telah terkena debu dan serat asbes dengan cara lain. Mencuci pakaian anggota keluarga yang bekerja dengan asbes juga dapat membuat seseorang pada risiko mengalami mesothelioma. Tidak seperti kanker paru-paru, tidak ada hubungan antara mesothelioma dan merokok. Kompensasi melalui dana asbes atau tuntutan hukum merupakan masalah penting dalam mesothelioma (lihat asbes dan hukum).

Gejala mesothelioma mencakup sesak napas karena efusi pleura (cairan antara paru-paru dan dinding dada) atau dinding dada nyeri, dan gejala umum seperti penurunan berat badan. Diagnosis dapat diduga dengan sinar-X dada dan CT scan, dan dikonfirmasi dengan biopsi (sampel jaringan) dan pemeriksaan mikroskopis.

Sebuah thoracoscopy (memasukkan sebuah tabung dengan kamera ke dada) dapat digunakan untuk mengambil biopsi. Hal ini memungkinkan masuknya zat-zat seperti bedak untuk melenyapkan ruang pleura (disebut pleurodesis), yang mencegah lebih cair dari mengumpulkan dan menekan pada paru-paru. Meskipun pengobatan dengan kemoterapi, terapi radiasi atau kadang-kadang operasi, penyakit membawa prognosis yang buruk. Penelitian tentang tes skrining untuk deteksi dini mesothelioma sedang berlangsung.

Untuk itu sekarang dikembangkan bahan bangunan yang awet dan bebas asbes. Kemarin waktu masih semester satu saya datang ke acaranya anak Teknik Arsitektur sedang mempromosikan bahan bangunan yang bebas asbes. Sekarang juga sudah mulai dikembangkan di Universitas Diponegoro untuk meneliti bahayanya penyakit Mesothelioma. Dengan kerjasama dari jurusan Teknik Arsitektur, Lingkungan, dan Kimia, mereka mulai mengembangkan pengganti asbes sebagai salah satu komponen untuk bahan bangunan yang awet.

Nah, demikianlah ulasan saya mengenai penyakit Mesothelioma, penyebab, dampak, dan cara pencegahannya. Semoga bermanfaat untuk teman semua yang mungkin nanti mengambil jurusan-jurusan tentang materia artikel ini dan mungkin lebih berpengalaman dari saya. Kurang lebihnya mohon maaf, tetap semangat dan salam sukses!

Wassalamualaikum wr wb

1 Komentar so far

Jadi rumah yang berbahan asbes juga bisa membuat kita terkena mesothelioma ya?


EmoticonEmoticon